Merek: Perdagangan Internasional Jishi
Analisis prinsip kerja dan parameter inti instrumen fungsi paru
Instrumen fungsi paru adalah perangkat medis yang menilai fungsi paru-paru dengan mengukur karakteristik fisik aliran udara pernafasan, dan prinsip kerja intinya didasarkan pada penangkapan dan penghitungan kecepatan aliran udara, volume, dan parameter terkait secara akurat. Perangkat biasanya terdiri dari host, sensor aliran, perangkat lunak dan aksesori, dan subjek uji menyelesaikan tindakan inspirasi atau ekspirasi melalui tabung pernapasan, dan sensor memantau aliran gas dan perubahan volume secara real time, dan kemudian mengubahnya menjadi indikator fungsi paru-paru utama melalui model matematika, seperti kapasitas vital paksa (FVC), volume ekspirasi paksa dalam satu detik (FEV1), rasio FEV1/FVC, kapasitas vital (SVC), volume tidal (TV), ventilasi sukarela maksimum (MVV), dll.14. Misalnya, FVC dan FEV1 penting untuk mendiagnosis penyakit obstruksi saluran napas seperti PPOK, dan rasio FEV1/FVC dapat secara langsung mencerminkan derajat stenosis saluran napas24.
Bidang aplikasi multi-skenario instrumen fungsi paru
Instrumen fungsi paru memainkan peran penting dalam klinis, pengobatan pencegahan, penelitian ilmiah, dan bidang lainnya, dan skenario penerapan spesifiknya adalah sebagai berikut:
1. Diagnosis klinis dan penatalaksanaan penyakit
Diagnosis penyakit pernafasan: Digunakan untuk skrining dini dan diagnosis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, emfisema, dll., dan memberikan dasar untuk klasifikasi penyakit dengan menilai sifat dan tingkat disfungsi ventilasi12.
Pemantauan kondisi dan evaluasi kemanjuran: Periksa fungsi paru-paru secara teratur untuk pasien yang didiagnosis, pantau perkembangan penyakit, dan sesuaikan rencana pengobatan. Pada saat yang sama, FEV1, FVC dan indikator lain sebelum dan sesudah pengobatan dibandingkan untuk mengevaluasi efek obat atau intervensi14.
Penilaian risiko pembedahan: Pengujian fungsi paru praoperasi memprediksi toleransi pasien terhadap anestesi dan pembedahan, sehingga mengurangi risiko komplikasi paru pascaoperasi2.
2. Pemeriksaan kesehatan dan skrining dini
Di institusi medis primer, pusat pemeriksaan fisik, dan skenario rumah, alat ini digunakan sebagai alat pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi kelompok risiko tinggi seperti perokok jangka panjang, infeksi saluran pernapasan berulang, dan orang yang terpapar debu, serta dapat mendeteksi potensi lesi paru secara dini12.
3. Kesehatan kerja dan kesehatan masyarakat
Pencegahan penyakit paru-paru akibat kerja: Bagi pekerja di pertambangan, kimia, konstruksi dan industri lainnya, pemantauan rutin fungsi paru-paru untuk mendeteksi pneumokoniosis, asma akibat kerja dan penyakit lainnya pada tahap awal, serta memastikan kesehatan dan keselamatan kerja1.
Investigasi epidemiologi: digunakan untuk mengumpulkan data kesehatan paru-paru penduduk untuk memberikan dasar bagi perumusan kebijakan kesehatan masyarakat2.
4. Penelitian ilmiah dan penelitian lingkungan khusus
Dalam penelitian medis, mekanisme fisiologis dan patologis sistem pernapasan dapat dipelajari. Dalam kedokteran olahraga, kedokteran ketinggian/dirgantara, dan bidang lainnya, metode ini digunakan untuk menilai dampak lingkungan ekstrem terhadap fungsi paru-paru23.
Orang yang berlaku dan tindakan pencegahan untuk digunakan
1. Kelompok utama yang dapat diterapkan
Dewasa: perokok jangka panjang, pasien dengan batuk atau mengi kronis, pasien dengan riwayat bronkitis/emfisema kronis, radiografi dada abnormal, dll.2.
Anak-anak: Anak-anak dengan batuk berulang disertai mengi, batuk terus-menerus selama 2 hingga 3 minggu dan sulit diobati dengan antibiotik, serta infeksi saluran pernapasan bawah berulang dapat membantu dalam diagnosis asma atau masalah perkembangan saluran napas2.
2. Tabu dan larangan
Tes fungsi paru tidak cocok untuk semua orang dan harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati dalam situasi berikut:
hipertensi berat, infark miokard akut, hemoptisis baru-baru ini dan kondisi kritis lainnya;
Tidak dapat mencocokkan